Tuesday, November 6, 2012

Panduan ArcGIS



Pendahuluan

ArcGIS 9.1 adalah software aplikasi untuk keperluan Geographic Information System (GIS) yang dikeluarkan oleh perusahaan software ESRI.

GIS adalah sebuah teknologi berbasis komputer bidang pemetaan untuk mengolah peta baik unsur gambar (spasial) maupun unsur teks (atribut). Data spasial adalah gambar garis, titik, luasan maupun image (citra) yang ditampilkan di peta. Data ini mempunyai posisi tertentu di muka bumi dan digambarkan dengan skala dan system proyeksi tertentu. Adapaun Data Atribut adalah informasi yang berkenaan dengan data spasial tertentu. Contoh dari data atribut adalah informasi tentang pemilik kavling, luas kavling dll.

Tujuan penulis dalam kesempatan ini hanyalah untuk memberikan tata cara penggunaan ArcGIS untuk keperluan pengolahan data lahan, kavling, persil perumahan dan industri, ROW, Saluran, sungai eksisting dll di Kota Jababeka dan sekitarnya.

Tidak semua alat dalam ArcGIS akan dimuat karena waktu dan kesempatan yang sangat terbatas. Mudah-mudahan diktat ini akan sangat membantu bagi yang memerlukan. Masukan akan sangat berarti bagi penulis.

Cikarang, 9 Januari 2007

Penulis



Bab 1
Melihat Peta
Seperti software berbasis Windows lainnya, maka memulai ArcGIS bisa kita lakukan dengan mengklik StartàProgramàArcGISàArcMap atau ArcCatalog dll sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh kita akan membuka ArcMap. Akan muncul dialog pilihan file sbb:



 
File berinisial .mxd adalah semacam file template untuk sebuah peta dengan tema tertentu. File ini berisikan informasi tentang layer apa saja yang terkandung dalam tema tersebut. Misalnya kita pilih baris pertama yaitu Stock lahan KIJ2.mxd, maka akan dipanggil peta tentang Stock Lahan di KIJ2.

Jendela sebelah kiri adalah daftar Layer yang ditampilkan sedangkan di sebelah kanan adalah gambar petanya. Untuk melihat informasi dari sebuah obyek peta misalkan sebuah kavling, kliklah ikon identify (ikon i berwarna biru ) di Tools kemudian kliklah obyek yang dikehendaki.
Informasi yang terkandung di obyek terpilih akan ditampilkan di sebuah window baru seperti terlihat pada gambar. Dalam hal ini adalah Kavling dengan Nomor Kavling PP.






 
Selain dengan cara di atas kita juga bisa memasukkan atribut dengan spesifikasi tertentu dan ArcGIS akan menunjukkan dimana posisi obyek yang dimaksud.
Kliklah Menu SelectionsàSelect By Attributes.. akan muncul dialog masukan:

Pilihlah NoKavling dan tentukan nilainya yaitu ‘PP’ dengan mengeditnya di kotak masukan [No_Kavling]=’PP’ kemudian tekan OK atau Apply. Maka di layer peta akan ditampilkan obyek terpilih.





Penyajian data peta seperti di atas adalah hal yang umum dilakukan di ArcGIS. Informasi yang diperoleh adalah sesuai dengan tema dari peta bersangkutan dan bisa juga di sajikan dalam bentuk tabel.

1.1 Symbology
Penyajian peta akan lebih informatif dengan menampilkan symbol untuk membedakan obyek geografisnya. Untuk itu di Arc Map disediakan fasilitas symbology. Sebagai contoh, kita akan menampilkan luasan-luasan kavling di peta KIJ2 berdasarkan Jenis peruntukan lahannya. Simbol ini bisa berupa pembedaan warna, bisa juga berupa arsiran.
Untuk memulai pembuatan symbol peta KIJ2, dobel klik layer StockKIJ2 maka akan muncul dialog Layer Properties, pilih tab symbology dan pilih Unique Value di pohon Categories dan tentukan field Jenislahan di pilihan Value Field.



 
Klik Add All Values maka akan ditampilkan warna obyek berdasarkan Jenis lahan dan jumlah obyeknya (Kolom Count). Klik OK maka tentu saja di petanya akan tampil warna-warna obyek sesuai dengan tabel di atas.
Warna warna ini bisa kita ubah sesuai dengan kebutuhan yaitu dengan mengklik symbol dari masing-masing kelompok Jenis Lahan.



1.2 Label
Tidak kalah pentingnya, selain symbol, pada penyajian peta ditampilkan label atau teks dari obyek yang bersangkutan. Kita akan menampilkan Nomor Kavling dari masing-masing obyek di peta KIJ2. Buka Jendela Layer Properties, pilih tab Labels, nyalakan check Label features in this layer. Pilihlah field NoKavling pada pilihan Label Field. Klik OK, maka peta kita akan berlabel Nomor Kavling sesuai dengan nomor masing-masing.



 
Untuk mempercantik tampilan, kita bisa mengolah tata letak label agar mengikuti bentuk obyeknya. Ini bisa dilakukan dengan klik Placement Properties. Dalam dialog Placement Properties pilihlah Try Horizontal First, then straight agar teks mengikuti bentuk obyeknya. Agar teks tetap berada dalam kurva boundary obyek, kita harus menyalakan check Only place label inside polygon. Untuk menghindari konfik teks, kita bisa mengaturnya di tab Conflict Detection. Anda bisa bereksperimen dengan opsi-opsi label yang lain agar penempatan label ini betul-betul sesuai dengan keinginan.







Bab 2  
Format Data
ArcGIS menggunakan file berekstensi .mdb (Microsoft database) dan diberi nama Geodatabase. File ini juga bisa diakses oleh Microsoft Access. Akan tetapi ada sedikit perbedaan tentunya. File ArcGIS selalu memiliki field khusus yaitu OBJECTID dan SHAPE dalam setiap tabelnya. OBJECTID digunakan untuk mengidentifikasi tiap obyek peta secara unik dan SHAPE menentukan bentuk dari obyek tersebut apakah berupa titik, polygon, garis atau citra.

Pada umumnya data geometri peta yang mempunyai posisi dan koordinat diperoleh dari hasil impor dari gambar AutoCAD (dwg). Ini akan sangat memudahkan memperoleh sebuah obyek geometri secara cepat dan akurat. Data geometri dari AutoCAD inilah yang nantinya akan menghasilkan data spasial di ArcGIS.

Untuk data atribut, akan kita buat di Arc Catalog maupun di Arc Map setelah data spasial kita peroleh.
ArcGIS juga bisa membaca format data .shp yaitu format data dari ArcView 3, software keluaran ESRI terdahulu.



Bab 3
Arc Catalog
Arc Catalog adalah sub aplikasi ArcGIS yang berfungsi untuk membuat data, mengkonversi data, mengatur tata letak file dalam folder (direktori) sehingga kita lebih mudah untuk pengolahan dan manajemen data dalam folder-folder sesuai dengan tema atau proyek tertentu.

Pada kotak sebelah kiri adalah pohon folder sesuai dengan isi hardisk di computer kita. Sebelah kanan adalah jendela untuk menampilkan property dari sebuah file yang kita pilih.
 






3.1 Impor Gambar AutoCAD ke ArcGIS.
Pilihlah atau buatlah terlebih dahulu folder sesuai kebutuhan. Dalam folder ini kita pilih atau buat file geodatabase baru. Dalam File geodatabase inilah tabel-tabel kita akan disimpan. Misalnya kita akan mengimpor file masterKIJ.dwg dari CAD. Klik kanan Geodatabase PeruntukanKIJ2àImportàFeature Class (Single). Maka kita akan diperintahkan untuk memilih file .dwg dan file tujuannya.
 






Kita abaikan saja daftar field yang berasal dari CAD. Ketik nama tabelnya misalnya MasterKIJ2, lalu klik OK.



 
 



ArcGIS akan menampilkan jendela proses dan setelah selesai akan muncul file baru dengan nama MasterKIJ2. File ini adalah tabel dan bisa ditampilkan sebagai layer dalam Arc Map. Data Atributnya bisa kita lihat di jendela kanan tab Preview dan pilih table pada combobox di bawah. Field-filed yang ada selain OBJECTID dan SHAPE adalah Entity, Handle dan seterusnya yang merupakan bawaan dari file CAD. Field-field inilah yang akan kita hapus kecuali field Shape_length dan Shape_Area yang menunjukkan ukuran geometri dari polygon.
Untuk menghapus field, klik kanan kolom dari field tersebut lalu klik Delete Field. Untuk membuat field baru, kliklah tombol Option di kanan bawah lalu klik Add Field…, maka kita akan diperintahkan untuk mengisi nama field, jenis atribut serta besarnya karakter.


     Sampai disini kita sudah mempunyai file geodatabase yang baru, tinggal selanjutnya kita  akan menambah ataupun mengedit datanya di Arc MAP.







Bab 4
Editing di Arc Map
Dengan Arc Map kita bisa melakukan semua proses pemetaan. Melihat peta, edit data serta menyajikan data baik dalam bentuk digital (soft copy) maupun dalam bentuk peta kertas dan laporan tabelaris.

Untuk mengedit data kita mulai dengan klik EditoràStart Editing maka menu Stop Editing, Save Edit dll akan menyala. Pada saat inilah kita diperbolehkan melakukan proses edit baik data spasial maupun atribut.
 
Edit data spasial dalam hal ini sangat tidak dianjurkan kecuali untuk memperbaiki batas-batas antara boundary yang tidak sempurna antara satu dengan lainnya. Semua proses editing data spasial telah dilakukan di AutoCAD. Jadi kita akan menitik beratkan editing data atribut pada field-field yang telah ditentukan.

Pilihlah obyek dimaksud sehingga dia ‘menyala’, tampilkan jendela edit atribut dengan mengklik ikon tabel di toolbar  editor        . Maka akan muncul dialog Attributes, dan kita bisa mengubah datanya.

Pengubahan ini tidak akan disimpan dalam geodatabase selama kita belum mengklik ‘Save Edits’ di menu Editor.












Untuk mengedit obyek yang lain, kita lakukan dengan mengklik obyek bersangkutan, dan mengubah data atributnya. Untuk menyimpan perubahan tersebut, kita klik Save Edits. Maka proses pengeditan selesai.


Bab 5
Analisis Data di Arc Map
i Jababeka, analisis data terutama dititik beratkan pada analisis luasan dari obyek lahan dengan spesifikasi tertentu. Dalam contoh kali ini kita akan menganalisis total luas dari kavling-kavling di KIJ 2 yang berjenis lahan Kavling, SFB, dll serta dengan status lahan Terjual, Tersewa dll.
Kita mulai dengan mengklik ikon Arc Toolbox, 

 maka akan muncul jendela ArcToolbox.
 
Klik
Data Management ToolsàGeneralizationàDissolve
Dissolve adalah proses penggabungan beberapa obyek dengan atribut yang sama yang kita tentukan. Dissolve juga mempunyai kemampuan menghitung field-field berjenis numerik. Jendela Dissolve akan muncul dan kita siap menentukan parameter analisis.

Pilih layer yg akan diproses di Input Features. Tentukan nama file outputnya di Output Feature Class misalnya TTLStockKIJ2. Nyalakan field-field yang akan di analisis di Dissolve_Field(s)(Optional), dalam hal ini JenisLahan dan Statuskavling. Pilihlah field yang akan dijumlahkan luasannya yaitu Shape_Area dan metoda penghitungan yaitu SUM.

Jika sudah benar, klik OK maka ArcGIS akan melakukan proses dissolve.



Hasil proses dissolve ini akan ditampilkan berupa layer baru dengan nama TTLStockKIJ2 dan akan menampilkan boundary-boundary gabungan yang memiliki nilai-nilai atribut yang sama dari  field yang kita tentukan di atas.

Untuk menampilkan besaran angka luas gabungan tersebut kita harus mengubahnya di jendela symbology dari layer yang baru.

 





Bab 6
Penyajian Data

Peta adalah sebuah gambar model muka bumi berskala tertentu di atas selembar kertas. Kita bisa memperoleh informasi dari peta tersebut untuk berbagai macam keperluan. Informatif atau tidaknya peta sangat tergantung pada cara penyajian peta tersebut pada kertas. Artinya pemilihan warna, besarnya hurus, garis dll sangat mempengaruhi keandalan peta tersebut bagi pemakai atau pembaca peta.

ArcGIS mempunyai fasilitas standar dalam penyajian peta, baik pada saat dilihat di layer komputer maupun dalam bentuk hasil cetak printer. Untuk penyajian data di layar computer akan lebih interaktif, karena kita bisa mendapatkan data dengan cara input data spasialnya dan memperoleh data atributnya ataupun sebaliknya input data atributnya dan memperoleh informasi spasialnya (seperti dijelaskan pada bab 1).

Pada bab 6 ini akan dijelaskan penyajian peta pada kertas, sehingga akan berbentuk peta kertas yang bisa dibawa kemana-mana. Pada jendela data di ArcMap, ada dua pilihan jendela lihat(View) yaitu Data View dan Layout View. Pada Data View inilah kita akan merancang tampilan peta pada kertas.

Klik menu ViewàLay Out View maka akan muncul gambar kertas persegi empat. Perlu diingat, jika kita akan menggunakan ukuran kertas A3, maka kita harus terlebih dahulu mengesetnya di opsi printer yang akan kita pakai. Apakah berdirinya secara portrait atau landscape kita sesuaikan dengan gambar peta yang ada.

Untuk contoh kita peta KIJ2, kita atur misalnya ukuran kertas A3 Portrait. Unsur-unsur peta yang standar akan kita tambahkan pada lay out di samping data peta yang ada.

6.1 Judul Peta
Judul Peta bisa kita buat dengan mengklik InsertàTitle. Secara default, Teks yang akan muncul adalah nama templatenya yaitu Stock Lahan KIJ2. Untuk mengubah teksnya doble klik teks tersebut dan kita mengeditnya baik jenis huruf, besar huruf, warna dll.







6.2 Legenda
Legenda menjelaskan symbol symbol yang kita pakai pada peta bersangkutan. Klik InsertàLegend. Akan muncul jendela Legend Wizard, dimana kita diminta untuk mengisi parameter-parameter dari Legenda yang akan kita buat. Untuk






mengisi nilai defaultnya, klik next terus sampai finish. Akan muncul gambar legenda dan kita akan tempatkan di peta dengan posisi yang paling baik.


6.3 Grid
Koordinat dalam sebuah peta sangat penting untuk memberikan gambaran posisi dari sebuah obyek. Gambar koordinat akan berbeda sesuai dengan system proyeksi petanya. Kali ini kita akan mengunakan system koordinat Jababeka. Artinya koordinat yang digambar akan sesuai dengan koordinat yang kita tentukan pada saat menggambarnya di AutoCAD.

Untuk membuatnya, dobel klik Layers sampai muncul jendela Data Frame Properties, pilihlah tab Grids, klik New Grids maka akan miuncul Jendela Grid. Pada Jendela Grids and Graticules Wizard pilih Measured Grid: divides map into grid of map units klik Next.
 








Klik Next terus sampai selesai dan akan ada grid baru dengan nama Measured Grid. Pilih Style dan pada jendela Reference System Selector pilih Measured Grid 2 dan klik OK.








Selanjutnya untuk mengeset interval koordinat dan angka origin (Angka awal), klik Properties pada Measured Grid. Dan tentukan parameternya sesuai kebutuhan.





6.4 Arah Utara
Klik InsertàNorth Arrow, dan pilih Simbol Utara sesuai keiginan. Letakkan Simbol ini pada peta dengan posisi sebaik mungkin.






6.5 Bar Skala
Klik InsertàScale Bar. Seperti arah utara, kita bisa pilih symbol skala yang ada sesuai dengan kebutuhan petanya.





Bab 7
Penyajian Data Atribut dengan Cystal Report

Kadang penyajian informasi tidak dalam bentuk peta tetapi dalam bentuk tabel. Terutama untuk data dengan analisis total luas atau total panjang dari obyek-obyek peta tertentu. Untuk membuat laporan data tabel kita bisa menggunakan Crystal Report, sebuah software khusus untuk laporan yang dibuat oleh Seagate.

Misalkan kita akan membuat laporan data Stock KIJ2. Klik ToolsàReportsàCrystal Report Wizard.







Pilih StockKIJ2, Tabel repot kita akan disimpan dalam Geodatabse RptStockLahanKIJ2.mdb, klik ikon buka dan tentukan nama file tsb.






Setelah penentuan geodatabase untuk Report selesai klik Next, maka kita diminta menentukan field-field apa saja yang akan disajikan.






Misalkan kita akan menampilkan No Kavling, Jenis Lahan dan luasnya serta kita ingin mengetahui total luas dari masing-masing jenis lahan. Pilih field NoKavling, JenisLahan, Shape_Area. Kemudian untuk menjumlahkan total luas tiap jenis lahan kita harus menentukan grupnya







Pilih JenisLahan dan kilik ‘>’, klik Next. Selanjutnya kita menentukan field yang akan dianalisis total luasnya yaitu Shape-Area. Pilih Shape_Area untuk Sumarized Field dan tentukan metoda analisisnya yaitu sum. Nyalakan check Add Grand Total bila kita ingin mengetahui luas total lahan KIJ2.
 




Klik Next sampai kita diminta menentukan judul dan style dari report.
Isilah judul report misalkan ‘Total jenis Lahan KIJ2’, klik Next




Pada Jendela terakhir wizard, pilih opsi Edit with Crystal Report Designer agar kita bisa mengatur tampilan reportnya dengan leluasa.

 


Sampai disini wizard selesai dan jendela Crystal Report akan tampil. Untuk melihat gambaran awal hasil layout di kertas klik ikon preview. Bila kita tidak puas dengan tampilan yang ada, kita edit sampai tampilannya baik dan informatif.
 



Akhirnya Laporan yang dihasilkan bisa kita cetak di printer berdasarkan parameter-parameter yang telah ditentukan.






Contoh Total Luas Jenis Lahan Ruko
 

 
Contoh Total Luas Lahan KIJ 2 (Grand Total)








1 comment: